Sudahkah kita menjadi Raja?
Pertanyaan ini memang sedikit koplak. Tapi ya sudahlah,nggak usah dipikirin. Orang cuman judul doang aja kok..hehe
Betewe...Raja itukan identik dengan kehebatan ya,identik dengan kemegahan ataupun hal-hal yang membanggakan. Pokoknya serba Wow lah..
Namun meski begitu,seorang raja senantiasa memiliki seorang penasehat,dan bahkan penasehatnya lebih dari satu.
Namun,kadang saya menemukan juga orang yang nggak mau menerima nasehat. Padahal dia bukan raja,bukan juga orang kaya dan bukan juga orang yang patut untuk di banggakan.
Dia biasa-biasa saja,bahkan cenderung jauh dari harapan..hahaha,ngenyek ini namanya.
Tapi kalo sudah dapat nasihat. Wes gayane kayak paling pinter sendiri.
"Kalo aku nggak gitu,aku punya cara pandang sendiri,ojo podokne aku mbek wong lio.
Pokoknya kalo nggak gitu aku nggak mau,kalo nggak pake caraku aku ra setuju dan lain-lain".
Inilah saya tanyakan,sudahkah kita menjadi Raja? Sehingga tak lagi mau mencoba cara-cara baru,dan merasa cara kita yang paling benar.
Kalo apa yang ada di otak kita ini sudah keren,sudah mumpuni. Gaya hidup serta pemikiran kita sudah oke,tentu kita akan menjadi "Raja".
Masalahnya sekarang adalah sudahkah kita menjadi Raja???
Jika belum,ayo terus belajar dan senanglah jika menerima nasehat.
Apalagi nasehat-nasehat itu memang datang dari mereka yang terbukti lebih kompeten dari diri kita.
Jika ada cara-cara baru dan ilmu baru yang terbukti lebih manjur dari apa yang kita yakini saat ini. Jangan Ragu untuk menggunakannya dan menanggalkan keyakinan-keyakinan lama kita.
Karena mungkin hidup kita sudah waktunya di upgrade..hehehe
Ayo,terus perbaiki kualitas kita hingga kemudian kita benar-benar menjadi "Raja".
Salam Hangat
Anto Al Furqon


Komentar
Posting Komentar