"hantu"bagi-bagi makanan
Al kisah..
Dua orang pemuda sedang mencuri buah apel yang berada didekat kuburan.
Setelah mendapatkan hasil yang banyak mereka berdua turun, dan bersembunyi di dekat gerbang kuburan.
Pada saat mengeluarkan buah apel dari dalam bajunya ada dua buah apel yang jatuh mengelinding ke gerbang kuburan.
Tapi kedua orang pemuda itu mengacuhkan apel itu. Lalu yang satu mulai membagi apel tersebut sambil berkata, “Yang satu untukmu, yang satu ini untukku.”
Waktu itu di depan pintu gerbang kuburan lewat seorang ibu. Ia mendengar ada suara, “Satu untukmu, satu untukku”.
Ibu itu mengira kalau ada hantu yang sedang berbagi makanan.
Dan makanan hantu tak lain adalah mayat, begitulah pikiran ibu itu. Saking takutnya kemudian si ibu itu berlari menuju pos satpam penjaga kuburan.
Ia lapor kepada satpam kalau ada hantu sedang membagi-bagikan bagian tubuh mayat untuk dijadikan santapan.
Kemudian si ibu dan satpam itu menuju ke pintu gerbang kuburan. Sesampainya di pintu gerbang kuburan, 2 orang pemuda itu masih belum selesai membagikan apel itu.
“Satu untukmu, satu untukku, itu adalah yang terakhir. Kalau masih kurang puas, tenang saja, ada 2 lagi masih menanti di pintu gerbang!”. Mendengar itu si ibu dan satpam langsung lari terbirit-birit. Hahaha
Anda semua pasti sudah tahu kenapa si ibu dan pak satpam lari tebirit birit. Karena mereka merasa bahwa merekalah yang di maksud oleh kedua "hantu" tersebut.
Begitulah jika kita membaca al Qur'an dan menemukan ayat yang kita merasa bahwa ayat itu untuk kita. Apalagi ayat yang berisi ancaman. Kita merasa takut.
Dan kemudian menjadi sangat penuh harap akan ampunan Allah.
Namun sayang,kita seringkali tak merasa bahwa ayat2 itu untuk kita,sehingga kita merasa aman akan ancaman-ancaman yg ada dalam al Qur'an.
Mari kita lebih merasa lagi,agar semakin penuh harap akan ampunan Allah SWT.
Kisah di atas pernah di sampaikan oleh ustadz Hadidono saat kuliah subuh 10 malam terakhir romadhon di masjid Nurul Haq Balikpapan.
Dua orang pemuda sedang mencuri buah apel yang berada didekat kuburan.
Setelah mendapatkan hasil yang banyak mereka berdua turun, dan bersembunyi di dekat gerbang kuburan.
Pada saat mengeluarkan buah apel dari dalam bajunya ada dua buah apel yang jatuh mengelinding ke gerbang kuburan.
Tapi kedua orang pemuda itu mengacuhkan apel itu. Lalu yang satu mulai membagi apel tersebut sambil berkata, “Yang satu untukmu, yang satu ini untukku.”
Waktu itu di depan pintu gerbang kuburan lewat seorang ibu. Ia mendengar ada suara, “Satu untukmu, satu untukku”.
Ibu itu mengira kalau ada hantu yang sedang berbagi makanan.
Dan makanan hantu tak lain adalah mayat, begitulah pikiran ibu itu. Saking takutnya kemudian si ibu itu berlari menuju pos satpam penjaga kuburan.
Ia lapor kepada satpam kalau ada hantu sedang membagi-bagikan bagian tubuh mayat untuk dijadikan santapan.
Kemudian si ibu dan satpam itu menuju ke pintu gerbang kuburan. Sesampainya di pintu gerbang kuburan, 2 orang pemuda itu masih belum selesai membagikan apel itu.
“Satu untukmu, satu untukku, itu adalah yang terakhir. Kalau masih kurang puas, tenang saja, ada 2 lagi masih menanti di pintu gerbang!”. Mendengar itu si ibu dan satpam langsung lari terbirit-birit. Hahaha
Anda semua pasti sudah tahu kenapa si ibu dan pak satpam lari tebirit birit. Karena mereka merasa bahwa merekalah yang di maksud oleh kedua "hantu" tersebut.
Begitulah jika kita membaca al Qur'an dan menemukan ayat yang kita merasa bahwa ayat itu untuk kita. Apalagi ayat yang berisi ancaman. Kita merasa takut.
Dan kemudian menjadi sangat penuh harap akan ampunan Allah.
Namun sayang,kita seringkali tak merasa bahwa ayat2 itu untuk kita,sehingga kita merasa aman akan ancaman-ancaman yg ada dalam al Qur'an.
Mari kita lebih merasa lagi,agar semakin penuh harap akan ampunan Allah SWT.
Kisah di atas pernah di sampaikan oleh ustadz Hadidono saat kuliah subuh 10 malam terakhir romadhon di masjid Nurul Haq Balikpapan.


Komentar
Posting Komentar