Tak ada kabar buruk/baik
Hai guys,
Apa kabar.
Sehat yah?
Alhamdulillah.
Hahay...
Masih berkisah tentang Kungfu panda neh,siapa yg doyan nonton ayo ngacung!!!hehe
Kalo tulisan saya sebelumnya tentang resep rahasia yang terinspirasi dari film kungfu panda.
Maka kali ini tentang makna.
Yes,tentang makna. Bukan yang lain,bukan warna apalagi Ratna.:)
Sebelum membaca kisah berikut,saya sarankan anda untuk membaca tulisan sebelumnya dengan judul Resep Rahasia.
karena ini akan berkaitan sangat erat atau anda akan kepo tingkat dewa jika tidak membacanya trlebih dahulu.
Alkisah
Saat taelung lepas dari penjara dan mulai menebar rasa ketakutan. Shifu adalah orang yang sangat khawatir akan bencana yang bisa di timbulkan oleh taelung.
Karena taelung ini awalnya adalah murid kesayangannya.
Shifu berlari menemui master Ogue yang sedang melakukan meditasi. Ia terlihat tergopoh2 sekali. Ada sesuatu hal yang sangat penting yang akan ia sampaikan.
Master Ogue,Master Ogue. Ada kabar buruk yang hendak kusampaikan,kata master shifu kemudian.
Master Ogue terlihat tenang,ia kemudian menimpali. Tidak ada kabar buruk maupun kabar baik. Itu hanyalah kabar. Kitalah yang menjadikannya baik atau buruk.
Master Ogue,,Taelung telah lepas dari penjaranya,ini kabar yang sangat buruk.
Iya,itu merupakan kabar buruk jika kau tidak yakin bahwa ksatria naga mampu mengalahkannya.
Yakinlah,pilihan telah jatuh pada ksatria naga. Dan kau harus meyakininya dng sepenuh hatimu.
Begitulah kira2 percakapan kedua master kungfu ini. Tak lama setelah itu master Ogue menghilang bersama bunga-bungan yang terserak. Dan anda semua sudah tahu endingnya kan??
Kita bahas makna yang terkandung dari cerita diatas ya.
Tidak ada kabar buruk ataupun baik,yang ada adalah kabar semata. Kitalah yang memaknai itu buruk atau baiknya.
Begitu kata master Ogue.
Jauh sebelum saya melihat film kungfu panda ini,saya pernah belajar tentang makna pada buku karya Adam Khoo.
Dia mengatakan bahwa makna yang kita berikan pada suatu kejadian adalah kejadian itu sendiri.
Artinya adalah,satu kejadian yang sama dapat memiliki beberapa makna yang berbeda. Tergantung siapa yang memaknainya,atau siapa yang memberi makna/arti.
Misalkan saja,,ada seseorang yang jatuh dari pohon(ini kita namakan kejadian/sebuah berita).
Sebagian mengatakan dia jatuh karena ranting yg dia pegang tidak kuat,sebagian yang lain mengatakan dia tidak pandai memanjat,yang lain akan bilang dia itu kepohonan,tadi di tawarin kopi dia nggak mau.
Masih banyak lagi orang yang akan menerjemahkan kenapa dia bisa jatuh dengan persepsi yang berbeda-beda.
Dan semuanya benar.
Benar menurut pendapatnya masing2.
Kejatuhan,kebangkrutan dan hal-hal yang tidak menyenangkan biasanya akan dimaknai sebagai hal yang negatif atau kemunduran.
Namun perlu diingat,itu tidak berlaku untuk semua orang. Ada orang yang justru dengan kebangkrutannya,dengan kejatuhannya malah semakin membuatnya dekat kepada Allah. Nah lho,apa nggak ini makin baik. Kalo nggak bangkrut bisa2 dia semakin jauh dari Allah.
Maka orang seperti ini biasanya akan bersyukur. Berarti hal ini justru menjadi kebaikan bagi dirinya.
Saya teringat sebuah nasihat dari AA Gym,Kesulitan seperti apapun,kejatuhan seperti apapun atau apapun yang terjadi dalam kehidupan kita,selama itu semakin mendekatkan diri kita kepada Allah. Maka itu adalah sebuah kebaikan.
Dan,apapun yang kita dapatkan. Baik itu kemewahan,keberlimangan harta dan sebagainya. Jika itu justru menjauhkan diri kita dari Allah SWT maka itu adalah musibah. Itu adalah keburukan.
Jadi sebenarnya semua kejadian itu sama,kitalah yang memberi dia nilai atau makna. Kita beri dia makna yang baik,maka itu benar adanya.
Kita beri dia makna yang buruk,itupun benar adanya.
Mendukung pernyataan Adam khoo,saya kutip pernyaan Henry ford,pendiri Ford Company ini mengatakan Jika anda katakan anda bisa,maka itu benar adanya. Dan jika anda katakan anda tidak bisa, itupun juga benar.
Perlu digarisbawahi bahwa benar disini adalah menurut kerangka berfikir kita,bukan satu hal yang absolut.
Sehingga dengan makna yang kita berikan kita dapat mengambil respon sesuai makna dr kejadian tersebut.
So,hati-hati memberi makna dalam setiap kejadian yang kita alami. Karena makna yang kita berikan selalu benar menurut kita.
Menjadi penting karena ini berkaitan dengan mindset serta respon yang akan kita berikan.
Untuk dapat mengetahui lebih jauh tentang respon,anda dapat membaca tulisan saya yang lain di blog ini dengan judul Positif Respon.
Salam Hangat dari saya
Anto Al Furqon
Apa kabar.
Sehat yah?
Alhamdulillah.
Hahay...
Masih berkisah tentang Kungfu panda neh,siapa yg doyan nonton ayo ngacung!!!hehe
Kalo tulisan saya sebelumnya tentang resep rahasia yang terinspirasi dari film kungfu panda.
Maka kali ini tentang makna.
Yes,tentang makna. Bukan yang lain,bukan warna apalagi Ratna.:)
Sebelum membaca kisah berikut,saya sarankan anda untuk membaca tulisan sebelumnya dengan judul Resep Rahasia.
karena ini akan berkaitan sangat erat atau anda akan kepo tingkat dewa jika tidak membacanya trlebih dahulu.
Alkisah
Saat taelung lepas dari penjara dan mulai menebar rasa ketakutan. Shifu adalah orang yang sangat khawatir akan bencana yang bisa di timbulkan oleh taelung.
Karena taelung ini awalnya adalah murid kesayangannya.
Shifu berlari menemui master Ogue yang sedang melakukan meditasi. Ia terlihat tergopoh2 sekali. Ada sesuatu hal yang sangat penting yang akan ia sampaikan.
Master Ogue,Master Ogue. Ada kabar buruk yang hendak kusampaikan,kata master shifu kemudian.
Master Ogue terlihat tenang,ia kemudian menimpali. Tidak ada kabar buruk maupun kabar baik. Itu hanyalah kabar. Kitalah yang menjadikannya baik atau buruk.
Master Ogue,,Taelung telah lepas dari penjaranya,ini kabar yang sangat buruk.
Iya,itu merupakan kabar buruk jika kau tidak yakin bahwa ksatria naga mampu mengalahkannya.
Yakinlah,pilihan telah jatuh pada ksatria naga. Dan kau harus meyakininya dng sepenuh hatimu.
Begitulah kira2 percakapan kedua master kungfu ini. Tak lama setelah itu master Ogue menghilang bersama bunga-bungan yang terserak. Dan anda semua sudah tahu endingnya kan??
Kita bahas makna yang terkandung dari cerita diatas ya.
Tidak ada kabar buruk ataupun baik,yang ada adalah kabar semata. Kitalah yang memaknai itu buruk atau baiknya.
Begitu kata master Ogue.
Jauh sebelum saya melihat film kungfu panda ini,saya pernah belajar tentang makna pada buku karya Adam Khoo.
Dia mengatakan bahwa makna yang kita berikan pada suatu kejadian adalah kejadian itu sendiri.
Artinya adalah,satu kejadian yang sama dapat memiliki beberapa makna yang berbeda. Tergantung siapa yang memaknainya,atau siapa yang memberi makna/arti.
Misalkan saja,,ada seseorang yang jatuh dari pohon(ini kita namakan kejadian/sebuah berita).
Sebagian mengatakan dia jatuh karena ranting yg dia pegang tidak kuat,sebagian yang lain mengatakan dia tidak pandai memanjat,yang lain akan bilang dia itu kepohonan,tadi di tawarin kopi dia nggak mau.
Masih banyak lagi orang yang akan menerjemahkan kenapa dia bisa jatuh dengan persepsi yang berbeda-beda.
Dan semuanya benar.
Benar menurut pendapatnya masing2.
Kejatuhan,kebangkrutan dan hal-hal yang tidak menyenangkan biasanya akan dimaknai sebagai hal yang negatif atau kemunduran.
Namun perlu diingat,itu tidak berlaku untuk semua orang. Ada orang yang justru dengan kebangkrutannya,dengan kejatuhannya malah semakin membuatnya dekat kepada Allah. Nah lho,apa nggak ini makin baik. Kalo nggak bangkrut bisa2 dia semakin jauh dari Allah.
Maka orang seperti ini biasanya akan bersyukur. Berarti hal ini justru menjadi kebaikan bagi dirinya.
Saya teringat sebuah nasihat dari AA Gym,Kesulitan seperti apapun,kejatuhan seperti apapun atau apapun yang terjadi dalam kehidupan kita,selama itu semakin mendekatkan diri kita kepada Allah. Maka itu adalah sebuah kebaikan.
Dan,apapun yang kita dapatkan. Baik itu kemewahan,keberlimangan harta dan sebagainya. Jika itu justru menjauhkan diri kita dari Allah SWT maka itu adalah musibah. Itu adalah keburukan.
Jadi sebenarnya semua kejadian itu sama,kitalah yang memberi dia nilai atau makna. Kita beri dia makna yang baik,maka itu benar adanya.
Kita beri dia makna yang buruk,itupun benar adanya.
Mendukung pernyataan Adam khoo,saya kutip pernyaan Henry ford,pendiri Ford Company ini mengatakan Jika anda katakan anda bisa,maka itu benar adanya. Dan jika anda katakan anda tidak bisa, itupun juga benar.
Perlu digarisbawahi bahwa benar disini adalah menurut kerangka berfikir kita,bukan satu hal yang absolut.
Sehingga dengan makna yang kita berikan kita dapat mengambil respon sesuai makna dr kejadian tersebut.
So,hati-hati memberi makna dalam setiap kejadian yang kita alami. Karena makna yang kita berikan selalu benar menurut kita.
Menjadi penting karena ini berkaitan dengan mindset serta respon yang akan kita berikan.
Untuk dapat mengetahui lebih jauh tentang respon,anda dapat membaca tulisan saya yang lain di blog ini dengan judul Positif Respon.
Salam Hangat dari saya
Anto Al Furqon



Komentar
Posting Komentar