Lelaki shalehah
Haloo kawan-kawan.
Jangan kaget ya dengan judul di atas..hehe.
Tapi kagetpun juga nggak papa kok,asal jangan marah-marah dan main ngambek..haha.
Tapi emang ada ya lelaki shalehah??? Yang adakan lelaki shaleh??:)
Santai aja dulu mas bro dan mbak bro...
Ini tulisan terinspirasi dari celetukan seorang ustadz yg saya dengar subuh kemarin. Dan tentu saja inspirasinya dari wajibnya seorang lelaki untuk sholat di masjid.
Alkisah,seorang lelaki buta meminta izin kepada Rosulullah SAW agar diberikan keringanan untuk tidak diwajibkan sholat di masjid. Alasan utamanya karena dia tidak dapat melihat,yang kedua dia sudah berumur dan yang ketiga rumahnya jauh dari masjid.
Mendengar penuturan lelaki ini,Baginda Nabi kemudian meng-iyakannya. Namun belum beranjak dari tempatnya semula,Rosulullah kemudian bertanya. Apa kamu mendengar suara adzan??
Iya ya Rosul,saya mendengarnya. Mendengar itu Rosullullah mewajibkan kembali sholat di masjid untuk lelaki buta ini.
Dan tahukah sobat,lelaki ini merupakan seorang sahabat Nabi lho. Serta merupakan salah satu muadzin Rosulullah setelah Bilal Bin Rabah,dialah Abdullah bin Ummi Maktum.
Beberapa kisah dari beliau syarat akan inspirasi. Bahkan Rosulullah SAW pernah di tegur oleh Allah SWT karena mengabaikannya.
Back to topik yah..
Kalau Abdullah bin Ummi Maktum yang buta,tua dan rumahnya jauh dari masjid saja WA-JIB sholat jamaah di masjid,apatah lagi kita yang masih muda,sehat,menemukan masjid Guampang,tinggal pilih yg berkipas atau yg ber AC. Tentu lebih wajib lagi.
Kalo semua kelebihan dan kemudahan itu tak menggerakkan hati kita untuk sholat jamaah di masjid!!!Apakah sebutan yang paling pantas untuk lelaki ini selain Lelaki shalehah??
Karena yang sholat wajibnya di rumah itu adalah perempuan. Mereka nggak wajib sholat jamaah dmasjid.
Nasihat kecil ini tentu berlaku juga buat yang nulis. Karena yang nulis lebih butuh akan nasihat.
Dan semoga,lelaki shalehah tersebut bukanlah dirimu ataupun diriku,apalagi dirinya...huahaha..
So..Ayo sholatnya jamaah. Mugi-mugi akeh pahalane,akeh rejekine. Amin.
Anto Al Furqon
Jangan kaget ya dengan judul di atas..hehe.
Tapi kagetpun juga nggak papa kok,asal jangan marah-marah dan main ngambek..haha.
Tapi emang ada ya lelaki shalehah??? Yang adakan lelaki shaleh??:)
Santai aja dulu mas bro dan mbak bro...
Ini tulisan terinspirasi dari celetukan seorang ustadz yg saya dengar subuh kemarin. Dan tentu saja inspirasinya dari wajibnya seorang lelaki untuk sholat di masjid.
Alkisah,seorang lelaki buta meminta izin kepada Rosulullah SAW agar diberikan keringanan untuk tidak diwajibkan sholat di masjid. Alasan utamanya karena dia tidak dapat melihat,yang kedua dia sudah berumur dan yang ketiga rumahnya jauh dari masjid.
Mendengar penuturan lelaki ini,Baginda Nabi kemudian meng-iyakannya. Namun belum beranjak dari tempatnya semula,Rosulullah kemudian bertanya. Apa kamu mendengar suara adzan??
Iya ya Rosul,saya mendengarnya. Mendengar itu Rosullullah mewajibkan kembali sholat di masjid untuk lelaki buta ini.
Dan tahukah sobat,lelaki ini merupakan seorang sahabat Nabi lho. Serta merupakan salah satu muadzin Rosulullah setelah Bilal Bin Rabah,dialah Abdullah bin Ummi Maktum.
Beberapa kisah dari beliau syarat akan inspirasi. Bahkan Rosulullah SAW pernah di tegur oleh Allah SWT karena mengabaikannya.
Back to topik yah..
Kalau Abdullah bin Ummi Maktum yang buta,tua dan rumahnya jauh dari masjid saja WA-JIB sholat jamaah di masjid,apatah lagi kita yang masih muda,sehat,menemukan masjid Guampang,tinggal pilih yg berkipas atau yg ber AC. Tentu lebih wajib lagi.
Kalo semua kelebihan dan kemudahan itu tak menggerakkan hati kita untuk sholat jamaah di masjid!!!Apakah sebutan yang paling pantas untuk lelaki ini selain Lelaki shalehah??
Karena yang sholat wajibnya di rumah itu adalah perempuan. Mereka nggak wajib sholat jamaah dmasjid.
Nasihat kecil ini tentu berlaku juga buat yang nulis. Karena yang nulis lebih butuh akan nasihat.
Dan semoga,lelaki shalehah tersebut bukanlah dirimu ataupun diriku,apalagi dirinya...huahaha..
So..Ayo sholatnya jamaah. Mugi-mugi akeh pahalane,akeh rejekine. Amin.
Anto Al Furqon
Nasihat berharga... sungguh waktu fajar lebih utama dr dunia dan seisinya....
BalasHapusSepakat akhi junaidi..
Hapusmampir-mampir ke blog ane akh...
Hapushttp://serambi-inspirasi.blogspot.co.id/